Rabu, 25 September 2013

Klasifikasi Tembakau Indonesia

Indonesia merupakan salah satu penghasil tembakau terbesar didunia. Beragam jenis tembakau telah dikembangkan diberbagai daerah di Indonesia. Tiap daerah memiliki keunikan produk unggulan dengan kekhasan cita rasa masing-masing. Tanaman tembakau di Indonesia biasa disebut sebagai "Emas Hijau" karena merupakan produk perkebunan yang mempunyai nilai jual tinggi yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Tembakau sebagai bahan baku utama dalam pembuatan rokok, memberikan sumber pendapatan negara terbesar di Indonesia melalui cukai yang diberlakukan pada setiap produk rokok sigaret. 

Berdasarkan musim atau cuaca yang ada di Indonesia, tembakau dapat digolongkan menjadi 2 (dua) macam yaitu :
1. Tembakau Na-Oogst
Tembakau  Na-Oogst adalah jenis tembakau yang ditanam pada musim kemarau kemudian dipanen atau dipetik pada musim penghujan.
2. Tembakau Voor-Oogst
Tembakau Voor-Oogst adalah jenis tembakau yang ditanam pada musim penghujan kemudian dipanen atau dipetik pada musim kemarau. Tembakau jenis ini biasanya dinamakan sebagai tembakau musim kemarau (onberegend).

Berdasarkan karakter fisiknya, tembakau dapat digolongkan menjadi :
1. Tembakau Krosok ( Leaf Tobacco )
Tembakau jenis Krosok ini sangat diminati oleh pasar Internasional sebagai bahan baku rokok putih. 80% produksi tembakau krosok di Indonesia  dipasarkan di mancanegara dalam bentuk produk  setengah jadi maupun sudah berupa blend rokok dan 20% produksi sebagai campuran bahan baku rokok kretek oleh semua pabrik rokok di Indonesia. Berdasarkan cara pengeringannya dapat digolongkan menjadi:
a. Flue Cured
Tembakau krosok yang dikeringkan dengan Flue Cured ini adalah Tembakau Virginia, dikembangkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kualitas tembakau Virginia di Indonesia merupakan kualitas terbaik kedua setelah Brasil. Pengeringan daun tembakau Virginia adalah dengan mengalirkan udara panas melalui pipa Flue yang berputar secara merata dan daun tembakau diletakkan atau disusun sedemikian rupa diatas Flue putar tersebut didalam sebuah bangunan khusus. Pengembangan tembakau Virginia di Indonesia saat ini mengalami kendala dalam bahan bakar untuk membuat aliran panas Flue tersebut.
b. Air Cured
Tembakau krosok yang dikeringkan dengan Air Cured ini adalah Tembakau Burley, dikembangkan didaerah Lumajang, Jawa Timur. Cara pengeringan tembakau ini adalah diangin-anginkan yaitu dengan menyusun daun tembakau sedemikian rupa disebuah bangunan khusus (curing shed) yang memungkinkan aliran udara bebas keluar masuk sampai tembakau kering dengan sempurna. Pengembangan tembakau Burley di Indonesia saat ini mengalami kendala karena kualitas dan harga tidak bisa bersaing dipasar Internasional.
c. Sun Cured
Tembakau krosok yang dikeringkan dengan Sun Cured ini adalah Tembakau Oriental dan Native. Cara pengeringan tembakau ini adalah dengan menjemur daun tembakau dibawah sinar matahari secara langsung. Tembakau Oriental mempunyai karakter aroma yang tinggi dan sangat spesifik sehingga menghasilkan rasa rokok aromatik dan khas.
d. Sun Air Cured
Tembakau krosok yang dikeringkan dengan Sun Air Cured adalah Tembakau Kasturi. Pengembangannya di daerah Karanganyar, Jember dan Lumajang. Cara pengeringannya adalah dengan mengalirkan udara bebas (angin) selama beberapa waktu kemudian dijemur dibawah matahari langsung. Pengembangan tembakau Kasturi ini mempunyai potensi pasar yang bagus kedepannya dimana pasar luar negeri mulai mengenal tembakau Kasturi.

e. Dark Fire Cured
Tembakau krosok yang dikeringkan dengan Dark Fire Cured ini adalah Tembakau Boyolali. Cara pengeringan tembakau ini adalah dengan pengasapan yaitu mengalirkan asap dan panas dibawah susunan daun tembakau. Berbeda dengan Flue Cured, api tidak dibiarkan membara namun dijaga agar tetap mengeluarkan asap. Tembakau jenis ini biasanya sebagai bahan baku cerutu.

2. Tembakau Rajangan ( Slicing Tobacco )
Tembakau Rajangan merupakan tembakau asli Indonesia yang banyak dikembangkan di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tiap daerah penghasil tembakau di Indonesia biasanya memproduksi daun tembakau yang khas, disebabkan kondisi dan budaya setempat. Oleh karena itu, tembakau biasanya dinamakan sesuai daerah tumbuhnya misalnya Paiton, Bondowoso, Madura, Garut, Temanggung dan lain-lain. Potensi pasar tembakau Rajangan adalah pasar dalam negeri karena hanya sebagai bahan baku rokok kretek. Cara pengeringan tembakau Rajangan adalah Sun Cured atau dikeringkan dengan dijemur langsung dibawah sinar matahari. Berdasarkan ukuran rajangannya, tembakau rajangan dapat dibedakan menjadi :
a. Fine Cut ( Rajangan Halus )
Ukuran tembakau rajangan yang masuk kategori ini adalah 0.5 - 2 mm. Tembakau yang menggunakan rajangan halus ini adalah Rajangan Garut dan Rajangan Tamanan Wringin.
b. Medium Cut ( Rajangan Medium )
Ukuran rajangannya adalah 2 - 3 mm. Contoh tembakau yang masuk dalam rajangan medium adalah Rajangan Madura, Blitar, Rembang, Temanggung, Ngawi.
c. Broad Cut ( Rajangan Kasar )
Ukuran rajangannya adalah 3 - 4.5 mm. Contoh tembakau yang masuk dalam rajangan kasar adalah Rajangan Paiton, Bondowoso, Ploso.

Semoga bermanfaat.

Rabu, 18 September 2013

Harga Tembakau Oriental Indonesia tidak kompetitif dengan Harga Internasional

Tembakau Oriental merupakan tembakau aromatik yang sangat dibutuhkan dalam pembuatan rokok baik itu rokok putih maupun rokok kretek. Karakter tembakau oriental pada umumnya mempunyai aroma yang khas yaitu rasa gurih, manis yang tidak ada dalam karakter aroma tembakau jenis lain.

Tembakau Oriental di Indonesia dikembangkan dalam bentuk Krosok dan Rajangan. Sampai saat ini Krosok Oriental masih digunakan oleh pabrik tembakau namun mereka mendatangkan tembakaunya dari luar negeri (import) karena harganya lebih murah dibandingkan dengan Indonesia. 
Biasanya pabrik tembakau mendatangkan tembakau Oriental dari China, India, Thailand, Turki dan lain-lain dengan harga pasaran 3 - 4 dolar namun harga di Indonesia bisa mencapai lebih dari 5 dolar untuk kualitas terbaik. Pada tahun 2008, Sampoerna pernah menargetkan 20.000 ton kering bakal tercapai dalam kurun waktu selama 5 tahun.

Secara kualitas krosok Oriental yang dikembangkan di Indonesia tidak kalah dibandingkan dengan Turki (negara asal Krosok Oriental) dan negara lain namun karena masalah persaingan harga pasaran yang membuat pengembangan Krosok Oriental terhenti sejak tahun 2009. Biaya usaha tani untuk penanaman tembakau dan tingkat keseragaman dari ukuran daun tembakau juga menjadi faktor penyebabnya. 

Di Indonesia, biaya usaha tani untuk pengembangan tembakau Krosok Oriental masih sangat tinggi karena banyaknya perlakuan khusus agar tembakau bisa menghasilkan kualitas bagus. Tingkat keseragaman ukuran daun juga berbeda-beda karena untuk menghasilkan kualitas terbaik adalah daun harus kecil dan biasanya ditanam dilahan kritis seperti pengunungan tandus namun oleh petani ditanam di lahan persawahan sehingga daun menjadi besar dan kualitas menjadi tidak bagus. Dalam penjualannya pun petani masih mengandalkan pengepul tembakau walaupun sudah ada sistem kemitraan dengan pabrik tembakau.

Di China dan Thailand, dengan asumsi kualitas sama namun mereka bisa membentuk ukuran daun yang seragam kecil dan tebal serta biaya usaha tani disana termasuk rendah karena tidak memerlukan sortasi atau pemilahan daun dan menggunakan teknologi tinggi untuk pemanenannya.

Dari uraian diatas dapat kita ambil hikmah bahwa pengembangan tembakau Krosok Oriental masih mempunyai potensi karena sampai saat ini masih dibutuhkan oleh pabrik tembakau di Indonesia. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan penerapan teknologi tepat guna agar kita tidak bergantung pada produk impor yang secara kualitas dan kuantitas bisa dipenuhi oleh pasar dalam negeri.

Semoga bermanfaat.





Selasa, 10 September 2013

Kampung Iklim : Bank Sampah Janoko - Madiun

Bank Sampah yang ada di Jalan Janoko, Kota Madiun ini merupakan salah satu program yang dikelola oleh sekelompok masyarakat yang sangat peduli terhadap lingkungan. Program ini merupakan salah satu program Kampung Iklim yang dicanangkan pemerintah melalui Badan Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Kantor Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun. Salah satu daerah percontohan Kampung Iklim adalah Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun yang sudah menerapkan sistem "Sustainable Waste Management ( SWM )" dimana masyarakat disana sudah lama memahami tentang pengelolaan limbah yang berkelanjutan namun belum ada wadah yang menampung aspirasi dari masyarakat daerah tersebut khususnya dalam hal pengelolaan lingkungan hidup.

Program Kampung Iklim yang sudah dijalankan adalah sebagai berikut :
1. Sumur Resapan. Merupakan salah satu rekayasa dalam teknik konservasi air berupa sumur buatan  dengan kedalaman tertentu yang berfungsi sebagai penampung air hujan atau air permukaan dan meresapkannya kedalam tanah.
2. Biopori. Merupakan lubang silindris yang dibuat ke dalam tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman sekitar 100 cm (jangan melebihi kedalaman muka air tanah). Lubang tersebut kemudian diisi sampah organik sehingga terbentuk aktifitas organisme tanah dan perakaran tanaman.
3. Jogging Track. Merupakan sarana olah raga yang diberikan secara gratis bagi masyarakat dengan lintasan yang telah disediakan sambil menikmati keindahan alam (taman) dan suara kicauan burung di alam bebas.
4. Bank Sampah. Merupakan wadah masyarakat untuk membina, melatih, mendampingi sekaligus membeli dan memasarkan hasil pengelolaan sampah daur ulang. Program yang baru minggu lalu (8 Sept. 2013) disosialisasikan oleh Ketua RT. 043 Kelurahan Oro-Oro Ombo ini disepakati menggunakan nama "Bank Sampah Janoko" karena letaknya ada di Jalan Janoko. Sebenarnya didaerah tersebut terdapat nama jalan wayang seperti Jalan Bima, Puntodewo, Pandawa dan lain-lain namun untuk memudahkan orang mengenal Bank Sampah yang ada digunakan nama Janoko.

Dengan adanya Bank Sampah Janoko ini diharapkan nantinya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitar khususnya dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Program baru tersebut disambut baik oleh masyarakat dan nantinya akan dibentuk suatu organisasi yang secara profesional mengelola Bank Sampah tersebut dengan menerapkan sistem "Sustainable Waste Management" yang sudah ada dan berbagi pengalaman melalui Seminar, Lokakarya, Workshop, Pelatihan dan lain-lain.


Selasa, 03 September 2013

Sempu Island, East Java's Adventure

Pada tanggal 31 Agustus 2013 yang lalu saya dan teman-teman pergi ke suatu tempat yang konon  pemandangannya sangat indah dan kami memutuskan untuk pergi kesana. Tempat tersebut bernama Pulau Sempu. Berikut ini saya ceritakan petualangan kami yang mungkin bisa memberikan inspirasi bagi Anda untuk pergi kesana.

Kami berangkat dari Pandaan mulai jam 07.00 WIB menuju tempat persewaan alat untuk camping seperti tas carrier, tenda, matras, kompor gas kecil, lampu badai dan lain-lain di suatu tempat daerah kota Malang. Setelah melengkapi peralatan camping, kami pergi ke sebuah Minimarket untuk membeli makanan yang kita siapkan untuk bekal camping nanti. Sebelumnya kita sudah merencanakan untuk menginap di Pulau Sempu selama 1 hari sehingga perbekalan kita siapkan untuk hidup selama 2 hari untuk antispasi.

Pada jam 08.00 pagi kita mulai berangkat dari Malang. Perjalanan menuju Sendang Biru tidaklah sulit karena jalan menuju kesana sudah bagus. Nantinya dari Sendang Biru naik perahu menuju Pulau Sempu. Pada saat melewati Desa Turen, Kab. Malang, kita sempatkan untuk mampir ke Masjid Tiban yang konon masyarakat sekitar masjid tidak tahu siapa sebenarnya yang membuat masjid tersebut. Berikut penampakannya :
1. Masjid Tiban 


 

Nantinya Anda melewati sebuah desa atau perkampungan yang mayoritas kehidupannya adalah petani. Betapa terkejutnya kami disaat kami memasuki jalan menuju masjid tersebut. Ditengah perkampungan ada masjid yang begitu megah dan berdiri kokoh dengan hiasan ornamen seni kaligrafi. Gambar dapat Anda lihat diatas.SUBHANALLAH....

Kami langsung masuk gerbang Masjid Tiban dan menuju tempat parkir dibelakang masjid. Kami serombongan
tiada hentinya berdecak kagum disaat mengitari masjid tersebut. Disaat kami sudah sampai di parkiran belakang masjid, kami melihat sebuah bangunan dengan seni kaligrafi yang sangat bagus. Kami sempat foto-foto didepan bangunan tersebut...hehehe..*Narsis dulu...*

Kemudian kami bergegas masuk ke dalam masjid karena kami tidak sabar masuk kedalam masjid. Namun, mata kami sempat tertuju pada tulisan yang terletak didepan pintu belakang masjid tersebut. Kami sempat tertegun dengan adanya tulisan tersebut : "Harta itu Jembatan, Bukan Tujuan"
dan "Hidup itu Ujian, Bukan Tujuan". Makna yang sangat dalam artinya bila kita sanggup merasakannya.





Satu persatu ruangan saya telusuri dan ternyata masjid ini bertingkat hingga 10 lantai. Saya sempat tertegun saat melihat ada sebuah ruangan dengan perabot yang unik. Mungkin ini dulu ruangan yang dipakai sebagai tempat tinggal oleh pemilik Masjid Tiban ini.


 Pada salah satu lantai Masjid Tiban ini juga terdapat akuarium raksasa yang tentunya menambah pesona keindahan masjid. Pada lantai 9 dan 10 juga terdapat pasar dan toko-toko yang menjual berbagai macam souvenir dan juga ada semacam Foodcourt yang menjajakan makanan dan minuman cepat saji.

Sekitar jam 10 pagi saya bersama teman-teman melanjutkan perjalanan ke Sendang Biru. Namun sebelum sampai disana saya melihat ada papan petunjuk yang menunjukkan arah ke Sendang Biru dan Goa Cina. Rasa penasaran mulai menyelimutiku dan teman serombongan, makanya kita memutuskan untuk pergi ke Goa Cina dulu.

2. Goa Cina
 Sesampainya di Goa Cina saya melihat pemandangan yang begitu indah. Disana saya melihat pasir putih dan deburan ombak beserta pulau-pulau kecil yang begitu indah, dengan langit yang cerah kita dapat melihat perpaduan warna yang begitu sempurna yang membuat kita tidak mau pergi dari tempat tersebut.



Selain kita disuguhi pemandangan yang sangat mempesona, kita juga dapat bermain dan berenang dipinggir pantai dengan pasir putih yang lembut. Disana kita dapat juga menjumpai pantai yang menghijau karena ditumbuhi lumut namun tidak licin kalau kita lalui, seperti hamparan karpet hijau yang dibentangkan dipinggir pantai. Sungguh pemandangan yang eksotik.

Disalah satu sisi pantai nan jauh disana kita bisa lihat deburan ombak laut selatan yang begitu ganas menerjang karang. Air laut yang jernih dan bersih menambah keindahan pantai di Goa Cina.

Dapat Anda lihat pulau kecil pada gambar diatas, disanalah letak Goa Cina berada. Tidaklah sulit untuk menjangkau Goa Cina tersebut. Menurut legenda, awal mula nama Goa Cina muncul pada tahun 1930 dimana ada seorang berkebangsaan Cina yang bertapa didalam goa selama bertahun-tahun hingga orang tersebut hilang (mukso) didalam goa sehingga sampai sekarang masyarakat sekitar menamai goa tersebut dengan nama "Goa Cina"


Sekitar jam 12 siang, kami berkemas dan melanjutkan perjalanan ke Sendang Biru. Jarak antara Sendang Biru dan Goa Cina tidak terlalu jauh sehingga kita bisa menghemat waktu dan lebih leluasa menikmati keindahan alam di Goa Cina. Sesampainya di Sendang Biru kita bisa melihat banyak perahu yang bisa kita sewa untuk mengantarkan kita ke Pulau Sempu.

3. Pulau Sempu
 
Di Sendang Biru kita bisa melihat banyak penjual makanan dan minuman disana. Kami sempat membeli bakso dan es kelapa muda sambil menikmati keindahan alam di Sendang Biru. Sekitar jam 5 sore, setelah menyewa perahu kita pun mulai menyeberang. Jangan lupa untuk minta nomer handphone pada penyewa perahu tersebut sehingga pada saat kita kembali dari Pulau Sempu bisa dijemput oleh perahu yang kita sewa tadi.

Perjalanan antara Sendang Biru dan Pulau Sempu hanya membutuhkan waktu selama 15 menit menggunakan perahu sewa. Sesampainya di pinggir pantai Pulau Sempu kita akan melihat banyak pohon bakau yang masih alami tumbuh subur disana. Kemudian kita akan masuk hutan melalui jalan setapak sampai ketemu danau Segara Anakan yang ada ditengah pulau tersebut. Perjalanan melintasi hutan tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam dari pinggir pantai Pulau Sempu sampai ke Segara Anakan. Jalan setapak yang kita lalui tidaklah terlalu sulit karena topografi di pulau tersebut termasuk kategori ringan.


Sesampainya di Segara Anakan hari sudah gelap sehingga kita langsung mendirikan tenda di pinggir danau Segara Anakan. Keesokan harinya disaat matahari mulai terbit barulah kita melihat keindahan alam Pulau Sempu yang sesungguhnya. Sungguh luar biasa indah, kita bisa melihat danau yang berwarna hijau dan airnya yang jernih sehingga kita bisa melihat ikan-ikan yang berenang dan karang yang ada didasar danau.


Melihat begitu jernih airnya maka tak kuasa kami menahan diri untuk menjeburkan diri berenang di danau Segara Anakan.




Disisi lain Pulau Sempu kita bisa melihat laut lepas dengan deburan ombak yang memukau. Disana kita bisa melihat sekumpulan lumba-lumba (Dolphin) berenang di lautan lepas. Sungguh pemandangan yang menakjubkan.




Setelah dirasa cukup puas kita menikmati keindahan alam di Segara Anakan, kita pun segera bergegas merapikan tenda dan perbekalan untuk persiapan kembali pulang. Sekitar jam 9 pagi kita mulai melakukan perjalanan kembali melintasi hutan di Pulau Sempu. Kurang lebih sekitar jam 10 pagi kita sudah sampai dipinggir pantai Pulau Sempu dan kita segera menelepon pemilik perahu yang kita sewa kemarin. Tidak menunggu lama perahu kita pun sudah kelihatan menjemput kami dan kami segera kembali ke Sendang Biru.

Setelah sampai di Sendang Biru, kita pun bisa mandi dan membeli makanan ringan. Setelah semua mandi kita pun pergi ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk membeli ikan hasil tangkapan nelayan dan Anda harus bisa menawar harga kalau ingin membeli ikan disana. Ikan yang kita beli bisa langsung dibawa ke rumah makan didekat TPI untuk dimasak dan disantap bersama-sama.

Sekitar jam 1 siang kita pun bergegas untuk kembali pulang dan sekitar jam 3 sore kita pun dah sampai di Malang Kota. Perjalanan dari Sendang Biru ke Malang sebenarnya hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam dan jalan yang dilalui sudah bagus sehingga perjalanan menjadi lancar.

Semoga pengalaman ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mengisi liburan. Namun, ada hal yang mengusik  kami selama liburan ditempat-tempat tersebut adalah kurangnya kesadaran dari masyarakat dan pengunjung akan membuang sampah pada tempatnya. Banyak sekali sampah yang mengotori areal wisata tersebut sehingga semakin lama akan semakin tidak indah lagi. 

Selamat liburan. Happy Holiday.


Apa kabar Lumpur Lapindo????

Minggu, 01 September 2013

Kualitas tembakau Rembang mulai membaik

Rembang merupakan daerah yang mempunyai potensi besar terhadap kebutuhan tembakau di masa depan. Selain potensi lahan yang luas, para petani di Rembang mempunyai keinginan yang tinggi untuk menanam tembakau. Mereka mau membuka diri terhadap teknologi baru dalam penanaman tembakau seperti yang diajarkan oleh tenaga penyuluh suatu pabrikan rokok. Pemerintah kabupaten Rembang pun juga ikut memberikan dorongan positif terhadap warganya sehingga kemitraan antara petani dengan pabrikan rokok dapat terjalin dengan baik.

Lahan tembakau di Rembang mayoritas masih mengandalkan sistem tadah hujan dalam pengairannya. Biasanya mereka menanam tembakau pada bulan April-Mei dimana pada tahun ini curah hujan masih sangat tinggi. Menjelang panen pertama pada bulan Juli diharapkan curah hujan sudah mulai sedikit berkurang sehingga kualitas dan kadar air pada daun tembakau bagus, namun sampai pada akhir Juli 2013 curah hujan masih tinggi sehingga kualitas tembakau yang dihasilkan buruk sekali.

Mulai pertengahan bulan Agustus, curah hujan menurun sangat drastis seperti yang diharapkan petani tembakau di Rembang sehingga daun tembakau yang dipanen maupun penanganan pasca panen bisa lebih optimal. Diharapkan cuaca bertahan seperti ini sampai dengan panen tembakau berakhir sehingga kualitas tembakau bisa lebih terjaga.